Bakpia, Oleh-oleh Khas Jawa

Bakpia yang cukup terkenal ialah bakpia pathuk yang berasal dari daerah Pathuk, Yogyakarta. Kampung Pathuk memang sejak dulu terkenal sebagai kampong ‘merek’ karena tidak hanya bakpia saja yang diproduksi dan dijual di daerah tersebut, melainkan ada berbagia acam produk rumahan seperti kaos dan kerajinan. Namun, memang benar bahwa bakpia Pathuk menjadi produk yang paling terkenal di daerah tersebut.

Bakpia memiliki cita rasa manis, dengan isian yang beragam sejak adanya perkembangan inovasi rasa. Ada bakpia rasa keju, kacang ijo, gula, buah-buahan, dan lain sebagainya. inovasi tersebut bermunculan untuk menjawab keinginan masyarakat yang ingin mencicipi bakpia dengan cita rasa yang berbeda dan juga agar menjadi salah satu buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Sekarang, sudah ada lebih dari 100 merek bakpia yang beredar di pasaran. Anda bebas memilih di setiap toko dan catering naboxparah di jakarta yang menjualnya. Pada dasarnya cita rasa bakpia yang dijual masing-masing toko sama saja meski berasal dari berbagai merek.

bakpia

Jati diri Bakpia

Bakpia pada awalnya merupakan makanan sejenis kue yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula. campuran tersebut kemudian dibungkus di dalam adonan tepung tipis, kemudian dipanggang sampai matang.

Penamaan bakpia berasal dari dialek Hokkian (Hanzi: 肉餅), yaitu dari kata “bak” yang berarti daging babi dan “pia” yang berarti kue, yang secara harfiah berarti roti berisikan daging. Selain di Yogyakarta, makanan legit ini disebut dengan kue pia. Merujuk pada istilah yang menjadi dasar penamaannya, maka jelas bahwa bakpia termasuk makanan yang awalnya dipopulerkan oleh keluarga Tionghoa.

Dalam perkembangannya, isian Bakpia menyesuaikan dengan selera masyarakat dan juga budaya setempat yang mayoritas masayarakat Indonesia beragama islam sehingga isian daging babi pun ditiadakan dan diganti dengan kacang hijau. Akan tetapi, dalam perkembangannya, isian rasa terebut berkembang, seiring dengan permintaan dan juga rasa penasaran masyarakat yang ingin mencicipi bakpia berisi cokelat, keju, buah, dan lain sebagainya.

Sejarah Bakpia Pathuk

Merujuk pada istilah di atas, dapat dikatakan bahwa bakpia merupakan makana impor dari negeri Tiongkok yang dibuat oleh imigran Tionghoa di Indonesia. Diketahui hal itu terjadi di kurun waktu awal abad ke 20.

Bakpia sudah ada di Yogyakarta, sejak tahun 1930-an di antara masyarakat Tionghoa. Sebelum menjadi makanan yang dikomersialkan, bakpia menjadi semacam cemilan bagi masyarakat Tionghoa, bahkan muncul dalam kegiatan religius dalam perayaan imlek selain kue keranjang. Dalam perayaan imlek, bakpia muncul sebagai pelengkap kue keranjang.

Ada sebuah catatan yang menyebut bahwa resep bakpia dibawa oleh pendatang asal Tionghoa, bernama Kwik Sun Kwok, pada tahun 1940-an. Kwik tiba di Yogyakarta dan tingal di rumah warga setempat bernama Niti Gurnito di Kampung Suryowijayan, Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta.

Kwik lalu mencoba peruntungan dengan membuat bakpia, isiannya menyesuaikan budaya sekitar masyarakat tempat yang ditinggalinya. Kwik membuat bakpia bersama temannya Liem Bok Sing, sesama perantauan dari Tiongkok. Setelah jadi, Kwik memperkenalkan kue hasil buatannya tersebut ke masyarakat sekitar, ternyata inovasi kue bakpia yang dibuat Kwik berdasarkan cita rasa Jawa cocok dengan lidah masyarakat setempat.

Leave a Reply